GOWA — Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang menghadiri kegiatan Halal Bihalal Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gowa yang digelar di Aula Al-Amanah Kemenag Gowa, Rabu (1/4).
Dalam sambutannya, Bupati Husniah menegaskan bahwa momentum Halal Bihalal bukan sekadar tradisi pasca-Lebaran, melainkan titik penting untuk memperkuat kebersamaan dan ukhuwah di tengah masyarakat.
Ia meyakini, kolaborasi seluruh elemen menjadi kunci dalam menciptakan suasana yang harmonis di Kabupaten Gowa.
“Melalui kebersamaan, kita bisa menjaga suasana tetap sejuk. Mari kita jadikan momentum ini untuk mempererat silaturahmi dan meneguhkan komitmen dalam membawa Gowa menjadi daerah yang maju, damai, harmonis, dan bermartabat, dengan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, orang nomor satu di Gowa ini mengingatkan pentingnya kebijaksanaan dalam menyikapi derasnya arus informasi di era digital. Menurutnya, tidak semua informasi yang beredar dapat dijadikan rujukan kebenaran.
“Di sinilah peran Kementerian Agama, khususnya para penyuluh agama, sangat strategis sebagai penyejuk dan penuntun masyarakat dalam memilah informasi yang benar serta menjaga harmoni sosial,” jelasnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk mengedepankan sikap tabayyun, menjaga lisan dan hati, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Kita harus menjadi masyarakat yang kuat, tidak mudah terpecah oleh isu, dan tetap teguh pada nilai persatuan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kemenag Gowa, Jamaris menyampaikan bahwa kegiatan Halal Bihalal ini menjadi sarana penting untuk mempererat silaturahmi di lingkungan Kemenag Gowa.
“Silaturahmi selalu membawa berkah dan menjadi penguat kebersamaan, apalagi dengan jumlah pegawai, penyuluh, dan guru yang cukup besar,” ungkapnya.
Jamaris juga mengungkapkan sejumlah capaian Kemenag Gowa, termasuk kepercayaan dari Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan untuk mewakili provinsi dalam pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), yang kini memasuki tahap akhir penilaian oleh Kementerian PAN-RB.
Selain itu, dalam mendukung arus mudik Lebaran, Kemenag Gowa turut menindaklanjuti instruksi Menteri Agama dengan menjadikan masjid sebagai tempat yang aman dan nyaman bagi pemudik. Sebanyak 20 masjid di Kabupaten Gowa telah ditetapkan sebagai posko ramah pemudik.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah kawasan Somba Opu yang menjadi posko favorit karena terintegrasi dengan posko terpadu pemerintah daerah dan Polres Gowa.
Selain itu, Masjid Raudatussalihin juga tengah didorong untuk masuk kategori masjid ramah pemudik tingkat nasional tahun 2026.
Melalui momentum Halal Bihalal ini, diharapkan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Gowa dan Kementerian Agama semakin solid dalam menjaga kerukunan, kedamaian, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan