MATASULSEL.ID, GOWA — Momentum Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa untuk memperkuat layanan keagamaan.

Bertepatan dengan peringatan tersebut, Pemkab Gowa menyerahkan sertifikat hibah sekaligus meresmikan pembangunan Kantor Pusat Layanan Haji dan Umrah Kabupaten Gowa yang akan difungsikan sebagai Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), di Jalan Masjid Raya Sungguminasa, Sabtu (3/1).

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, mengatakan peringatan HAB Ke-80 bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan, khususnya bagi masyarakat Gowa yang akan menunaikan ibadah haji dan umrah.

“Hari ini kita memperingati Hari Amal Bakti Kementerian Agama Republik Indonesia Ke-80 sekaligus meresmikan Kantor Kementerian Haji dan Umrah. Sebagai pemerintah daerah, kami berharap Kemenag dan Kemenhaj dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Gowa,” ujar Husniah.

Ia menegaskan, keberadaan kantor layanan tersebut diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi calon jemaah, mulai dari proses pendaftaran, pembinaan, hingga keberangkatan ke Tanah Suci.

“Ini adalah kantor yang kami hibahkan kepada Kementerian Agama dan akan dijadikan pusat layanan haji dan umrah Kabupaten Gowa. Mudah-mudahan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin dan semaksimal mungkin demi kepentingan masyarakat,” tambahnya.

Bupati Husniah juga mengungkapkan adanya peningkatan signifikan jumlah jemaah haji asal Kabupaten Gowa pada tahun ini. Dari sebelumnya sebanyak 570 orang, jumlah jemaah meningkat hampir tiga kali lipat menjadi 1.413 orang.

“Peningkatan ini menjadi tantangan sekaligus awal kerja yang harus dibuktikan oleh Kementerian, agar pelayanan kepada jemaah haji dapat dilakukan secara maksimal dan profesional,” jelasnya.

Sebelumnya, Bupati Gowa bertindak sebagai pembina upacara pada Peringatan HAB Ke-80 Kementerian Agama RI yang digelar di Lapangan Upacara Kantor Bupati Gowa. Dalam kesempatan tersebut, ia membacakan sambutan seragam Menteri Agama Republik Indonesia.

Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa umat manusia saat ini menghadapi tantangan besar berupa pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan di tengah era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity).

Oleh karena itu, ASN Kementerian Agama diharapkan mampu mengisi ruang digital dengan konten keagamaan yang moderat, sejuk, dan mencerahkan.

“Kementerian Agama dituntut untuk bertransformasi menjadi pribadi yang agile, lincah dan sigap menghadapi perubahan, adaptif terhadap teknologi dan inovasi, serta responsif dalam melayani umat dengan empati dan integritas. Hal ini sejalan dengan tema HAB Ke-80, ‘Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju’,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa, Jamaris, menyampaikan bahwa peringatan HAB Ke-80 menjadi awal dari rangkaian kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan.

“Rangkaian kegiatan HAB Ke-80 meliputi donor darah, senam bersama, lomba menu sehat khas Gowa, lomba tepuk sakinah yang melibatkan KUA, zikir kebangsaan untuk keselamatan daerah, ziarah ke makam pahlawan dan tokoh agama, hingga upacara puncak dan ramah tamah,” jelasnya.

Ia menambahkan, tema HAB Ke-80 menjadi simbol kuatnya sinergi antara Kementerian Agama dan Pemerintah Kabupaten Gowa dalam mendukung pembangunan dan kemajuan daerah.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Gowa juga menyematkan Satyalancana Karya Satya kepada 80 ASN lingkup Kementerian Agama Kabupaten Gowa, terdiri atas 2 orang masa pengabdian 30 tahun, 43 orang 20 tahun, dan 35 orang 10 tahun.

Selain itu, diserahkan pula sertifikat tanah wakaf kepada empat nazir serta penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional Tahun 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup kepada MIN 2 Gowa, MTsN Gowa, dan MTs YAPIT Tonrorita.