MATASULSEL.ID, JAKARTA – PT Vale Indonesia menegaskan komitmennya dalam menerapkan praktik pertambangan yang baik dan berkelanjutan melalui pengembangan Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa di Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Proyek ini mencakup pembangunan smelter pengolahan nikel, dengan kegiatan penambangan direncanakan dimulai pada 2026 setelah tahap konstruksi sepanjang 2025.
Direktur dan Chief of Sustainability and Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia, Budiawansyah, menyatakan bahwa seluruh kegiatan perusahaan dijalankan dengan mengedepankan perlindungan lingkungan, serta kesehatan dan keselamatan masyarakat, sejalan dengan dukungan dan pengawasan pemerintah.
“Kami berkomitmen menjalankan pengelolaan pertambangan yang bertanggung jawab dan transparan, serta terbuka terhadap masukan konstruktif dari seluruh pemangku kepentingan,” ujar Budiawansyah.
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi penanggap dalam diskusi publik peluncuran riset Yayasan Satya Bumi terkait kawasan industri Pomalaa.
Dalam forum tersebut, PT Vale menjelaskan bahwa sebelum penambangan dilakukan, perusahaan telah menyusun kajian hidrologi untuk memastikan pengelolaan air limpasan tambang memenuhi baku mutu lingkungan.
Terkait pembukaan lahan, PT Vale mencatat total bukaan lahan di wilayah IUPK Pomalaa mencapai 880,3 hektare atau 4,3 persen dari total area, dengan bukaan di hutan lindung sebesar 0,4 persen.
Perusahaan juga meluruskan data bukaan lahan 2024–2025 yang tercatat 487,9 hektare, bukan seperti yang disebutkan dalam kajian tertentu.
PT Vale menegaskan perlindungan lingkungan serta kesehatan dan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Perusahaan juga menyatakan bahwa wilayah Desa Hakatutobu berada di daerah aliran sungai yang berbeda dengan aliran air limpasan tambang PT Vale.
Budiawansyah menambahkan, praktik pertambangan berkelanjutan telah lebih dulu diterapkan PT Vale di Sorowako, Sulawesi Selatan, yang mengantarkan perusahaan meraih berbagai penghargaan nasional dan internasional, termasuk PROPER Emas 2024.
“Transparansi adalah kunci membangun pertambangan yang lebih baik. Kami terbuka terhadap masukan dari masyarakat, LSM, dan seluruh pemangku kepentingan,” tutupnya.


Tinggalkan Balasan