MATASULSEL.ID, MAKASSAR – Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Barru mendorong percepatan penerapan fasilitas timbangan di Pelabuhan Garongkong sebagai langkah strategis memperkuat tata kelola operasional dan transparansi logistik.

Hal tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja ke PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 yang berlangsung di Kantor Pelindo Regional 4, Makassar, Rabu (25/2).

Pertemuan ini menegaskan urgensi kehadiran fasilitas timbangan sebagai bagian dari sistem pelabuhan modern.

Selain menjamin akurasi data muatan, timbangan dinilai krusial dalam memperlancar arus logistik, meningkatkan pengawasan aktivitas bongkar muat, serta meminimalkan potensi selisih data yang berdampak pada efisiensi biaya.

Ketua DPRD Kabupaten Barru, Syamsuddin Muhiddin, menegaskan bahwa Pelabuhan Garongkong memiliki posisi strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Barru dan kawasan sekitarnya.

Menurutnya, penguatan infrastruktur pendukung bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak.

“Pelabuhan Garongkong berpotensi menjadi simpul distribusi logistik utama di wilayah Barru. Kehadiran fasilitas timbangan akan memastikan proses bongkar muat berlangsung lebih akurat, tertib, dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha,” ujar Syamsuddin.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah dan Pelindo harus diperkuat agar pengembangan pelabuhan berdampak langsung pada peningkatan investasi, pertumbuhan industri, serta penciptaan lapangan kerja di sekitar kawasan pelabuhan.

Sementara itu, Division Head Komersial Pelindo Regional 4, Adi Novi Wahyudi, menyampaikan komitmen perusahaan untuk membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.

Menurutnya, fasilitas timbangan bukan sekadar pelengkap operasional, melainkan bagian dari standar layanan pelabuhan yang mengedepankan akurasi dan keselamatan.

“Pada prinsipnya, Pelindo Regional 4 siap berkolaborasi. Fasilitas timbangan mendukung efisiensi rantai pasok, menjamin keakuratan data muatan, serta meningkatkan aspek keselamatan kerja di area pelabuhan,” jelas Adi Novi.

Ia menambahkan, pihaknya akan melakukan kajian teknis mendalam serta koordinasi lintas sektor guna memastikan implementasi berjalan sesuai regulasi dan kebutuhan operasional di lapangan.

Dalam diskusi tersebut, kedua pihak juga membahas penguatan peran Pelabuhan Garongkong sebagai pelabuhan strategis yang menopang konektivitas logistik regional di Sulawesi Selatan.

Dengan peningkatan fasilitas dan tata kelola yang lebih transparan, pelabuhan ini diharapkan mampu menekan biaya logistik, meningkatkan daya saing komoditas daerah, serta memperkuat posisi Barru dalam peta distribusi kawasan.

Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa transformasi layanan kepelabuhanan di Barru tidak hanya menjadi agenda daerah, tetapi juga bagian dari strategi bersama untuk menghadirkan sistem logistik yang modern, terukur, dan berdaya saing.