MATASULSEL.ID, MANADO – Menjelang lonjakan trafik udara pada periode Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (Satgas RAFI) 2026, jajaran direksi PT Pertamina (Persero) turun langsung melakukan Management Walkthrough (MWT) ke Aviation Fuel Terminal (AFT) Sam Ratulangi, Kamis (12/2).

Langkah ini menjadi sinyal tegas penguatan pengendalian risiko dan kesiapan operasional di sektor aviasi yang berisiko tinggi.

Direktur Manajemen Risiko Ahmad Siddik Badruddin bersama Direktur Penunjang Bisnis M. Erry Sugiharto melakukan asesmen menyeluruh terhadap sistem dan fasilitas AFT.

Turut mendampingi Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Deny Sukendar beserta jajaran manajemen.

Peninjauan difokuskan pada keandalan sarana dan fasilitas, sistem hydrant dan refuelling unit, kontrol mutu Avtur, integritas peralatan distribusi, standar HSSE, hingga kesiapan personel.

Direksi juga mengevaluasi proyeksi demand Avtur, kecukupan stok, serta skema contingency plan untuk mengantisipasi dinamika operasional selama RAFI.

Direktur Manajemen Risiko PT Pertamina (Persero), Ahmad Siddik Badruddin, menegaskan bahwa sektor aviasi menuntut disiplin tanpa celah.

“Di sektor aviasi, tidak ada ruang untuk kesalahan. Setiap proses, mulai dari penerimaan hingga penyaluran Avtur, harus berada dalam kontrol yang ketat. Kami memastikan sistem pengamanan, prosedur keselamatan, dan standar mutu dijalankan tanpa kompromi,” tegasnya.

Menurutnya, keandalan AFT bukan hanya soal kelancaran operasional bandara, tetapi juga menyangkut reputasi dan kepercayaan industri penerbangan terhadap Pertamina sebagai penyedia energi.

Sementara itu, EGM Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Deny Sukendar memastikan kesiapan AFT Sam Ratulangi menghadapi peningkatan trafik penerbangan.

“Kesiapan kami tidak hanya pada aspek stok, tetapi juga pada ketahanan sistem, kesiapan SDM, dan koordinasi dengan otoritas bandara serta maskapai. Semua kami pastikan berjalan selaras agar pelayanan tetap aman dan tepat waktu,” jelas Deny.

Pjs. Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, T. Muhammad Rum M, menambahkan bahwa MWT menjadi momentum penguatan tata kelola operasional sekaligus bukti kepemimpinan langsung dari manajemen puncak.

Melalui langkah ini, Pertamina menegaskan komitmen menjaga pasokan Avtur di Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi tetap aman, andal, dan berkelanjutan selama periode RAFI 2026, saat mobilitas masyarakat melalui jalur udara diproyeksikan meningkat signifikan.