MATASULSEL, ID, JENEPONTO – Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong inovasi pelayanan publik dengan menggelar Workshop Inovasi Daerah Bidang Kesehatan bertema “Innovation for Happiness”, yang dilaksanakan di Aula Salewangang Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto, Kamis (26/12/2026).

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto dan Pattiro Jeka. Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari seluruh Kepala Puskesmas, inovator Puskesmas, dan tim kerja Inovasi Dinas Kesehatan.

Direktur Pattiro Jeka, Haerullah Lodji, dalam sambutan pembuka menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Jeneponto sebagai OPD pertama di tahun 2026 yang secara serius mendorong agenda inovasi daerah.

“Dinas Kesehatan adalah OPD pertama di tahun 2026 yang menunjukkan keseriusan dalam mendorong inovasi di Kabupaten Jeneponto” ungkapnya.

Pattiro Jeka selaku Tim Inovasi Daerah siap mendampingi para inovator menuju IGA dan KIPP tahun 2026.

Ia menegaskan bahwa inovasi bukan sekadar formalitas lomba, tetapi upaya nyata menghadirkan perubahan dan kebahagiaan bagi masyarakat melalui pelayanan publik yang lebih baik.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto, Syusanti A. Mansyur, berharap puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat dapat memberikan layanan terbaik dengan menghadirkan inovasi yang berdampak bagi penyedia layanan publik yang ramah, cepat, murah dan humanis.

Semoga tahun ini ada perwakilan dari Dinas Kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit, yang bisa tampil dan berprestasi di tingkat nasional,” harapnya.

Workshop Inovasi menghadirkan Rahman Ramlan atau akrab disapa Rara sebagai narasumber. Dalam paparannya, ia menyampaikan optimisme besar bahwa Jeneponto memiliki peluang kuat untuk meraih penghargaan inovasi nasional, khususnya di bidang kesehatan.

“Bayangkan jika semua puskesmas mempersembahkan satu inovasi saja, maka sangat mungkin tahun ini Jeneponto dapat meraih penilaian indeks Sangat Inovatif dari kementerian Dalam Negeri.

Menurut Rara, ukuran keberhasilan inovasi bukan terletak pada seberapa luas cakupannya, melainkan perubahan nyata yang dihasilkan bagi masyarakat.

Melalui workshop ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto menegaskan komitmennya untuk menjadikan inovasi sebagai budaya kerja, sekaligus langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang berdampak langsung pada kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat. (*)