MATASULSEL.ID, JENEPONTO — Dalam rangka meningkatkan pembinaan kepribadian dan spiritual bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Jeneponto secara resmi membuka kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan yang dilaksanakan di Masjid Al Hijrah Rutan Jeneponto, Senin 23 Februari 2026.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Rutan Jeneponto, Adam Ridwansyah, dan akan berlangsung selama bulan suci Ramadhan sebagai bagian dari program pembinaan kerohanian bagi seluruh WBP.
Mengusung tema “Masuk Dekil, Keluar Gokil: Dari Pribadi yang Lalai Menjadi Insan yang Lebih Taat, Bersih Hati dan Siap Berubah”, kegiatan ini menjadi momentum refleksi dan transformasi diri bagi para warga binaan. Tema tersebut menggambarkan semangat perubahan, dari pribadi yang lalai menjadi insan yang lebih taat beribadah, bersih hati, serta memiliki komitmen kuat untuk memperbaiki diri.
Dalam sambutannya, Karutan Jeneponto menyampaikan bahwa bulan Ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan kualitas keimanan dan memperkuat tekad menjadi pribadi yang lebih baik.
“Pesantren kilat ini bukan sekadar kegiatan rutin Ramadhan, tetapi merupakan wadah pembinaan mental dan spiritual agar warga binaan dapat memanfaatkan masa pembinaan dengan kegiatan yang bermanfaat, memperdalam ilmu agama, serta menyiapkan diri untuk kembali ke masyarakat dengan perubahan yang nyata,” ujar Adam Ridwansyah.
Selama bulan Ramadhan, Pesantren Kilat akan diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan, antara lain tadarus Al-Qur’an, ceramah dan tausiyah, kajian fiqih ibadah, pembelajaran baca tulis Al-Qur’an, serta pembinaan akhlak dan motivasi spiritual. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan tetap memperhatikan keamanan dan ketertiban di lingkungan Rutan.
Antusiasme para WBP terlihat dari semangat mengikuti kegiatan sejak hari pertama pembukaan. Diharapkan melalui program ini, nilai-nilai keagamaan dapat tertanam kuat sehingga menjadi bekal dalam menjalani kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.
Melalui Pesantren Kilat Ramadhan ini, Rutan Jeneponto kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan fungsi pemasyarakatan secara humanis dan berkelanjutan, guna mewujudkan warga binaan yang sadar, bertanggung jawab, dan siap berkontribusi positif di tengah masyarakat. (*)


Tinggalkan Balasan