MATASULSEL.ID, GAZA — Di tengah puing-puing bangunan dan debu yang menyelimuti kawasan Al-Zaytoun, Kota Gaza, secercah harapan hadir bagi para pengungsi. Melalui kolaborasi Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) dan KITA Palestina, bantuan pangan dari masyarakat Indonesia berhasil menjangkau kamp pengungsi Al-Rawda, wilayah yang selama ini terisolasi akibat rusaknya akses infrastruktur.
Bantuan tersebut disalurkan kepada sekitar 100 keluarga pengungsi yang hidup dalam keterbatasan akibat konflik berkepanjangan. Kehadiran bantuan tidak hanya membawa kebutuhan pokok, tetapi juga menyampaikan pesan solidaritas bahwa penderitaan warga Gaza tidak luput dari perhatian dunia.
Terisolasi di Tengah Krisis Kemanusiaan
Kamp pengungsi Al-Rawda berada di wilayah yang sulit dijangkau. Jalanan rusak parah membuat distribusi bantuan kerap terhambat, sehingga warga setempat seolah terputus dari bantuan luar. Kondisi ini memperparah dampak krisis kemanusiaan yang mereka alami.
Selain kehilangan tempat tinggal, banyak keluarga juga mengalami krisis pendapatan dan kesulitan memperoleh bahan pangan. Trauma konflik yang berkepanjangan turut membebani kehidupan mereka sehari-hari.
Mitra lokal di Gaza, Syekh Sahid, yang memantau langsung proses distribusi, menjelaskan bahwa bantuan ini difokuskan kepada kelompok masyarakat paling rentan.
“Masyarakat di sini mengalami kekurangan sumber daya yang sangat parah. Isolasi akibat jalan rusak semakin memperberat penderitaan mereka,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.
“Kami mengucapkan terima kasih yang tulus kepada masyarakat Indonesia atas kepedulian dan kemurahan hati mereka. Bantuan ini menghadirkan harapan baru bagi keluarga yang terdampak dan menegaskan bahwa Gaza tidak sendirian,” tambahnya.
Wujud Amanah dan Solidaritas Kemanusiaan
Dari Makassar, Direktur Wahdah Inspirasi Zakat, Syahruddin, menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam menjaga amanah para donatur.
“Kami memahami bahwa kondisi di Gaza sangat dinamis dan penuh tantangan. Melalui WIZ dan KITA Palestina, kami berupaya memastikan bantuan menjangkau wilayah paling sulit seperti Al-Zaytoun,” jelasnya.
Menurutnya, bantuan ini bukan hanya bersifat logistik, tetapi juga mencerminkan ikatan persaudaraan lintas bangsa.
“Ini adalah bentuk solidaritas kemanusiaan. Selama penderitaan di Gaza masih berlangsung, ikhtiar kami untuk terus menghadirkan dukungan tidak akan berhenti,” tegas Syahruddin.
Menyalakan Asa di Tengah Keterbatasan
Bagi warga pengungsi di Al-Rawda, bantuan pangan tersebut menjadi napas baru di tengah situasi yang serba tidak menentu. Blokade, keterbatasan akses, serta kondisi ekonomi yang terpuruk membuat bantuan ini sangat berarti bagi kelangsungan hidup mereka.
Kehadiran bantuan dari Indonesia menjadi bukti bahwa kepedulian dan solidaritas kemanusiaan tetap hidup, bahkan di wilayah yang paling sulit dijangkau. Di tengah derita dan keterbatasan, bantuan ini menyalakan kembali asa bahwa dunia masih berdiri bersama rakyat Palestina.


Tinggalkan Balasan