MATASULSEL.ID, JAKARTA — Upaya mendorong pariwisata berbasis keberlanjutan terus menunjukkan hasil nyata. Sejumlah desa wisata unggulan dari berbagai penjuru Indonesia tampil sebagai contoh praktik terbaik pengelolaan destinasi yang mengedepankan kelestarian alam, budaya, dan peran aktif masyarakat lokal dalam sebuah forum pengembangan desa wisata berkelanjutan.

Beragam destinasi yang hadir mencerminkan kekayaan dan keragaman pariwisata Indonesia, mulai dari Kampung Adat Nagari Sijunjung, Sumatra Barat; Desa Wisata Pentingsari dan Wisata Wayang Desa Wukirsari, Yogyakarta; Kampung Adat Prai Ijing/Tebara, Nusa Tenggara Timur; Desa Wisata Edelweiss Wonokitri dan Desa Wisata Tamansari, Jawa Timur; Desa Wisata Pulau Derawan, Kalimantan Timur; Desa Wisata Patakbanteng, Jawa Tengah; hingga Desa Wisata Taro, Bali.

Pada kesempatan tersebut, Duta Bakti BCA Nicholas Saputra menekankan pentingnya pengelolaan destinasi wisata yang konsisten menjunjung prinsip keberlanjutan.

Menurutnya, pengembangan pariwisata tidak hanya berfokus pada peningkatan kunjungan, tetapi juga harus menjaga keseimbangan antara kualitas layanan, pelestarian lingkungan, pelindungan budaya, serta keterlibatan masyarakat setempat.

“Setiap destinasi memiliki karakter dan cerita yang unik, sehingga pendekatan pengelolaannya perlu disesuaikan dengan kondisi setempat. Forum seperti ini menjadi ruang bagi para pelaku sektor pariwisata untuk saling belajar dan berbagi pengalaman, termasuk bagi saya sendiri,” ujar Nicholas Saputra.

Ia meyakini bahwa pengembangan destinasi yang menghormati kelestarian alam dan budaya, melibatkan masyarakat lokal, serta mengutamakan kualitas pengalaman wisata akan memperkuat keberlanjutan desa wisata dalam jangka panjang.

“Melalui upaya bersama tersebut, pariwisata yang bertanggung jawab dan berkelanjutan dapat terus dibangun untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi destinasi dan lingkungan sekitarnya,” tambahnya.

Komitmen terhadap pariwisata berkelanjutan tersebut sejalan dengan langkah PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang saat ini membina 27 desa wisata secara intensif di berbagai wilayah Indonesia. Desa-desa binaan tersebut tidak hanya mendapatkan pendampingan, tetapi juga mencatatkan prestasi di tingkat nasional dan internasional.

Pada ajang ASEAN Tourism Awards 2025, enam Desa Bakti BCA berhasil meraih penghargaan bergengsi, yakni Kampung Adat Nagari Sijunjung, Desa Wisata Kreatif Terong, Desa Wisata Semen, Desa Wisata Taro, Kawasan Wisata Pecinan Glodok, dan Desa Wisata Hijau Bilebante.

Sementara itu, Desa Wisata Taro dan Desa Wisata Hijau Bilebante juga terpilih sebagai penerima program “Best Tourism Villages Upgrade Program” dari UNWTO pada 2023.

Terbaru, BCA turut mendampingi enam Desa Bakti BCA dalam memperoleh Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan melalui kolaborasi dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Keenam desa tersebut meliputi Desa Wisata Dayun, Desa Wisata Kreatif Terong, Desa Wisata Tamansari, Desa Wisata Pentingsari, Desa Wisata Taro, dan Desa Wisata Hijau Bilebante.

Melalui pembinaan berkelanjutan ini, BCA menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan desa wisata sebagai pilar ekonomi lokal yang inklusif, berdaya saing, dan selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan nasional.