MATASULSEL.ID, MAKASSAR — Operasi pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 registrasi PK-THT milik Indonesia Air Transport (IAT) masih menghadapi kendala serius akibat cuaca ekstrem.
Tim SAR gabungan terpaksa mendirikan camp darurat di sekitar lokasi ditemukannya jenazah korban, karena hujan lebat dan kabut tebal menghalangi proses pengangkatan korban ke lokasi yang lebih aman.
Berdasarkan laporan dari tim gabungan di lapangan, kondisi cuaca di kawasan pegunungan tempat ditemukannya serpihan pesawat dan jenazah korban masih didominasi hujan deras dengan intensitas tinggi, disertai angin kencang dan jarak pandang terbatas. Medan yang terjal dan licin semakin menyulitkan upaya evakuasi.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Andi Sultan, menjelaskan bahwa hingga saat ini tim belum dapat melakukan evakuasi jenazah karena faktor keselamatan personel.
“Saat ini belum bisa mengangkat korban. Dengan kondisi cuaca seperti sekarang, beberapa kali sudah dicoba untuk mengangkat, namun tidak berhasil. Malam ini tim SAR terpaksa melakukan camp di dekat jenazah,” ujar Andi Sultan.
Ia menambahkan, keputusan mendirikan camp di sekitar lokasi penemuan jenazah diambil setelah mempertimbangkan keselamatan seluruh personel SAR yang berada di lapangan. Hujan lebat yang turun sejak siang hingga malam hari membuat jalur evakuasi sangat berisiko untuk dilalui.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas, TNI, Polri, BPBD, AirNav, serta relawan tetap melakukan pemantauan kondisi cuaca sembari menyiapkan skema evakuasi lanjutan. Evakuasi baru akan dilanjutkan apabila cuaca memungkinkan dan jalur menuju puncak atau titik aman dinyatakan layak dilalui.
Sebelumnya, tim di lapangan berhasil menemukan satu jenazah korban berjenis kelamin laki-laki di sekitar serpihan pesawat di kawasan pegunungan. Lokasi penemuan berada di area dengan kontur ekstrem dan jauh dari jalur pendakian utama.
Andi Sultan menegaskan, operasi SAR akan terus dilanjutkan dengan mengedepankan prinsip keselamatan personel serta koordinasi lintas instansi.
“Fokus kami adalah keselamatan tim dan memastikan proses evakuasi dilakukan secara aman. Kami akan melanjutkan pengangkatan korban begitu kondisi cuaca membaik,” tutupnya.
Operasi SAR terhadap kecelakaan pesawat ATR 42-500 PK-THT ini masih terus berlangsung, dengan harapan cuaca segera membaik agar seluruh korban dapat dievakuasi ke lokasi yang lebih aman untuk penanganan selanjutnya.


Tinggalkan Balasan