MATASULSEL.ID, PALEMBANG – Amartha Financial (Amartha), perusahaan teknologi finansial yang fokus pada penyediaan layanan keuangan digital bagi UMKM perempuan di pedesaan, menginisiasi kompetisi memasak kuliner khas lokal bertajuk “Cerita Rasa” di wilayah Sulawesi.

Program ini menjangkau Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, hingga Gorontalo, dan menjadi kompetisi memasak pertama yang digelar Amartha sebagai bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi berbasis pangan lokal.

Kompetisi ini melibatkan lebih dari 1.000 ibu mitra UMKM binaan Amartha dari berbagai daerah. Dari proses seleksi awal, terhimpun 75 cerita rasa yang lahir dari dapur-dapur rumah tangga dan merepresentasikan kekayaan kuliner lokal Sulawesi.

Para peserta yang lolos seleksi membentuk kelompok untuk berkompetisi di tingkat regional dengan penilaian mencakup teknik memasak, kreativitas, serta pemahaman terhadap bahan pangan lokal.

Pemenang tingkat regional akan mewakili provinsi masing-masing untuk melaju ke kompetisi tingkat nasional di Jakarta, sekaligus membuka peluang akses lebih luas terhadap ekosistem pembiayaan dan investasi berkelanjutan.

Mengusung tema pangan lokal Sulawesi, kompetisi ini menyoroti kuatnya relasi masyarakat pesisir dengan laut sebagai sumber utama bahan pangan.

Hasil tangkapan harian, bahan segar, dan rempah-rempah lokal diolah menjadi sajian sederhana yang mencerminkan pola konsumsi berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Di dalam rantai ini, perempuan—khususnya para ibu—memegang peran strategis, tidak hanya sebagai penjaga tradisi kuliner, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi keluarga dan komunitas.

Julie Fauzie, Chief Funding Officer Amartha, menegaskan bahwa pangan lokal memiliki makna yang jauh melampaui kebutuhan konsumsi.

“Pangan lokal bukan sekadar bahan masakan, tetapi bagian dari kehidupan. Dari dapur, para ibu menjaga tradisi yang menghadirkan masakan rumahan, menemani tumbuh kembang anak, dan menjadi memori keluarga. Melalui Cerita Rasa, Amartha ingin memastikan pangan lokal yang sederhana tetap bermakna sebagai sumber kehidupan, penghidupan, dan harapan bagi komunitas,” ujarnya.

Pada tahap regional Sulawesi, kompetisi ini mempertemukan lima kelompok ibu mitra UMKM dari berbagai wilayah.

Masing-masing kelompok menghadirkan hidangan berbasis pangan lokal yang mengangkat cerita, tradisi, dan identitas kuliner daerah asalnya. Seluruh proses dan kisah inspiratif di balik kompetisi ini dapat disaksikan melalui kanal YouTube Amartha.

Salah satu peserta, Astuti Dukalag dari Minahasa Utara, mengungkapkan kebanggaannya mengikuti ajang ini.

“Kami sangat senang dan bangga bisa mewakili daerah masing-masing. Sebagai ibu-ibu yang sehari-hari dekat dengan dapur dan pangan lokal, kompetisi ini memberi ruang untuk menunjukkan bahwa masakan rumahan juga punya nilai ekonomi dan cerita,” tuturnya.

Puncak kompetisi akan digelar di Jakarta bertepatan dengan peluncuran Amartha Prosper. Para finalis akan berkompetisi di hadapan juri utama dan calon investor.

Skema ini dirancang tidak hanya untuk menampilkan kemampuan kuliner ibu mitra UMKM, tetapi juga memperkuat narasi pemberdayaan ekonomi perempuan, pelestarian pangan lokal, serta konektivitas antara UMKM akar rumput dan ekosistem investasi berkelanjutan.

Melalui Cerita Rasa, Amartha menegaskan bahwa UMKM memiliki peran vital dalam menjaga keberlanjutan budaya kuliner Indonesia. Namun, peran tersebut membutuhkan dukungan nyata berupa akses keuangan yang inklusif dan terjangkau.

Untuk itu, Amartha menghadirkan berbagai layanan pendukung, mulai dari investasi mikro yang memungkinkan mitra menyisihkan keuntungan usaha untuk dana pendidikan dan dana darurat, layanan AmarthaLink untuk penguatan warung digital, hingga Amartha Prosper sebagai platform investasi berkelanjutan bagi UMKM.

“Berangkat dari dapur-dapur sederhana para ibu, Amartha membuka akses layanan keuangan yang inklusif agar tradisi pangan lokal tidak hanya hadir di meja makan, tetapi juga menjadi sumber penghidupan. Melalui investasi berkelanjutan, masyarakat diajak berkontribusi memperkuat UMKM perempuan, ekonomi daerah, dan ketahanan pangan nasional,” tutup Julie.

Hingga akhir 2025, Amartha telah menyalurkan lebih dari Rp37 triliun modal usaha kepada 3,7 juta UMKM perempuan di Indonesia.

Penyaluran ini berkontribusi dalam memperkuat kewirausahaan mikro, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.