MATASULSEL.ID, GOWA — Pemerintah Kabupaten Gowa menjadikan Peringatan Hari Desa Nasional (HDN) Tahun 2026 sebagai ajang penguatan kemandirian dan inovasi desa.
Kegiatan yang dirangkaikan dengan program One Day One District ini dipusatkan di Desa Bontobiraeng Selatan, Kecamatan Bontonompo, Kamis (15/1), dan dihadiri langsung oleh Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang.
Dalam sambutannya, Bupati Gowa menegaskan bahwa peringatan Hari Desa Nasional setiap 15 Januari bukan sekadar seremoni, melainkan momentum strategis untuk meneguhkan posisi desa sebagai pusat pembangunan dan penggerak ekonomi daerah.
“Tahun ini Hari Desa Nasional mengusung tema Bangun Desa, Bangun Indonesia, Desa Terdepan untuk Indonesia. Tema ini menegaskan bahwa desa kini menjadi subjek pembangunan dan motor penggerak kemajuan nasional. Indonesia akan kuat jika desa-desa kita maju, mandiri, dan sejahtera,” ujar Bupati.
Ia mengungkapkan, dari total 121 desa di Kabupaten Gowa, sebanyak 92 desa telah berstatus mandiri, 25 desa berstatus maju, dan 4 desa berkembang. Dengan capaian tersebut, Gowa kini tidak lagi memiliki desa berstatus tertinggal maupun sangat tertinggal.
“Desa Mandiri memiliki perekonomian yang kuat, pelayanan dasar terpenuhi, serta infrastruktur memadai. Desa Maju menunjukkan pertumbuhan yang konsisten menuju kemandirian, sementara Desa Berkembang berada dalam tahap peningkatan kapasitas pelayanan, ekonomi, dan infrastruktur,” jelasnya.
Sebagai wujud komitmen mendorong tata kelola desa yang transparan dan modern, Pemkab Gowa meluncurkan inovasi digital berupa Aplikasi Sistem Informasi Administrasi dan Kelembagaan Desa (SIAP PAKDE).
Aplikasi ini dirancang untuk memudahkan pelayanan publik serta meningkatkan akses informasi masyarakat melalui platform digital.
“Melalui SIAP PAKDE, masyarakat dapat mengakses berbagai data, mulai dari penerima bantuan, program pemerintah, hingga data miskin ekstrem. Di sisi lain, pemerintah daerah juga dapat melakukan pengawasan terhadap kinerja pemerintah desa secara lebih efektif,” ungkap bupati perempuan pertama di Kabupaten Gowa ini.
Ia berharap seluruh desa di Gowa siap mengimplementasikan aplikasi tersebut sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas pelayanan publik, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran agar manfaatnya tetap dirasakan langsung oleh masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Gowa, Syamhari, menyampaikan bahwa pelaksanaan Hari Desa Nasional merupakan bentuk komitmen Pemkab Gowa dalam memperkuat peran desa sebagai subjek pembangunan, khususnya dalam bidang ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi desa.
“Ke depan, peringatan Hari Desa Nasional tingkat Kabupaten Gowa akan dilaksanakan secara bergilir antara desa di wilayah dataran rendah dan dataran tinggi, sebagai upaya pemerataan pembangunan dan penguatan kebersamaan antarwilayah desa,” jelasnya.
Kepala Desa Bontobiraeng Selatan, Muhammad Hatta, turut menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada desanya sebagai tuan rumah peringatan HDN 2026 tingkat Kabupaten Gowa.
“Desa Bontobiraeng Selatan terdiri dari tiga dusun dengan jumlah penduduk sekitar 3.150 jiwa. Mayoritas masyarakat kami menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan produksi batu merah. Kami berkomitmen terus memberikan kontribusi terbaik bagi daerah dan masyarakat,” tuturnya.
Rangkaian kegiatan HDN 2026 di Kabupaten Gowa meliputi Launching SIAP PAKDE, Peresmian Gedung Posyandu Era Baru, Panen Perdana Ayam Petelur Program Ketahanan Pangan Desa, Pameran UMKM One Day One District, serta berbagai layanan lintas perangkat daerah seperti pengobatan gratis, penyerahan bantuan alsintan, dan penyaluran bantuan sosial bekerja sama dengan Baznas Kabupaten Gowa.


Tinggalkan Balasan