MAKASSAR – Upaya pencegahan dampak bencana hidrometeorologi menjadi perhatian serius Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin di Kelurahan Lawawoi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, rabu(28/01/2025).

Siti Nur Fadila, mahasiswa Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Unhas, menggelar sosialisasi mengenai pentingnya mitigasi bencana banjir dan genangan air sejak dini. Program ini menyasar pemahaman masyarakat untuk mengenali karakteristik lingkungan tempat tinggal mereka yang berpotensi menjadi titik rawan saat curah hujan tinggi.

Dalam pemaparannya, Siti menekankan konsep pemetaan partisipatif, di mana peran aktif warga sangat dibutuhkan untuk mengidentifikasi lokasi-lokasi yang selama ini menjadi langganan genangan air atau banjir.

“Sebagai mahasiswa teknik yang mempelajari dinamika air, saya melihat pentingnya data yang akurat mengenai alur air dan drainase. Namun, yang paling paham kondisi lapangan sebenarnya adalah warga sendiri. Melalui sosialisasi ini, kami ingin menyamakan persepsi tentang bagaimana mengenali tanda-tanda awal banjir dan langkah evakuasi mandiri yang tepat, meskipun di Kelurahan Lawawoi belum pernah terjadi banjir parah sebelumnya, ini akan menjadi langkah awal mencegah hal yang tidak diinginkan dikemudian hari” ujar Siti.

Diskusi berjalan interaktif dengan membahas kondisi drainase lingkungan yang seringkali tersumbat atau tidak mampu menampung debit air. Siti memberikan edukasi teknis sederhana mengenai pentingnya menjaga lancarnya aliran air dari hulu ke hilir untuk meminimalisir risiko luapan.

Kegiatan ini merupakan langkah awal sebelum dilakukannya proses pemetaan wilayah secara lebih teknis. Dengan adanya pemahaman mitigasi ini, diharapkan warga Lawawoi dapat lebih siaga dan tanggap dalam menghadapi potensi bencana banjir di masa mendatang, sehingga kerugian materiil maupun risiko keselamatan dapat diminimalisir.