MATASULSEL.ID, MAKASSAR – Sebanyak 31 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terbaik dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat unjuk kemampuan dalam ajang SMK Kontes Road to Yamaha Factory yang digelar PT Suracojaya Abadimotor (PT SJAM).

Dari kompetisi bergengsi ini, Yamaha akan menyeleksi 15 sekolah terbaik untuk mendapatkan kesempatan emas berkunjung langsung ke pabrik Yamaha.

Kelima belas SMK terpilih dijadwalkan mengikuti kunjungan industri ke PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) di Jakarta Timur pada Februari 2025, guna melihat secara langsung proses produksi sepeda motor hingga sistem pemasaran Yamaha.

Ajang ini merupakan program rutin PT SJAM sebagai bentuk komitmen Yamaha dalam memperkuat sinergi dengan sekolah binaan serta menyiapkan sumber daya manusia siap kerja di bidang teknisi dan pemasaran otomotif.

GM Business Development HR & Support Yamaha Sulselbar PT SJAM, Florentina Koeswanti, mengatakan kompetisi ini dirancang untuk melahirkan talenta unggul yang memahami teknologi dan ekosistem bisnis Yamaha sejak dini.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mencetak talenta terbaik di bidang teknisi dan pemasaran. Dengan begitu, ketika industri membutuhkan tenaga kerja, mereka sudah memahami teknologi dan sistem Yamaha,” ujarnya.

Sementara itu, Manager HR Business and Development PT SJAM, Ulfa Suryani Syah, menjelaskan SMK Kontes Road to Yamaha Factory merupakan program eksklusif PT SJAM yang tahun ini memasuki penyelenggaraan kelima sejak pertama kali digelar pada 2014.

“Kontes ini dimulai sejak Agustus 2025 dan diikuti 138 SMK binaan di Sulselbar. Dari seleksi tersebut, terpilih 31 sekolah yang berkompetisi secara teori dan praktik untuk memperebutkan 15 tiket ke pabrik Yamaha,” jelas Ulfa, Kamis (22/1/2025).

Dari total peserta, sebanyak 112 SMK berasal dari jurusan teknik dan 26 SMK jurusan pemasaran, dengan komposisi lima sekolah dari Sulawesi Barat dan 26 sekolah dari Sulawesi Selatan.

Trainer Yamaha Institute, Swardi, menambahkan kompetisi final menguji kemampuan peserta secara menyeluruh, mulai dari pelayanan konsumen hingga penguasaan teknologi sepeda motor Yamaha.

“Peserta jurusan pemasaran diuji digital marketing, sementara jurusan teknik diuji kemampuan menyelesaikan pekerjaan pada komponen sepeda motor Yamaha. Selain itu, akan dipilih empat sekolah terbaik untuk menerima penghargaan khusus,” jelasnya.

Program ini juga mendapat apresiasi dari kalangan pendidik. Abbas Ruddin, guru SMK Negeri 1 Kabupaten Wajo, menilai ajang ini menjadi tolok ukur kesiapan sekolah menghadapi dunia industri.

“Program ini sangat bagus karena menguji langsung kemampuan guru dan siswa. Kami bisa mengukur sejauh mana kompetensi yang kami bangun sesuai kebutuhan industri,” ujarnya.

Ia menambahkan, kompetisi ini menjadi bekal penting bagi siswa sebelum terjun ke dunia kerja.

“Di industri, persaingan nyata. Lewat ajang ini, siswa bisa mengukur kemampuan dan membuktikan kompetensinya agar dilirik industri ke depan,” pungkas Abbas.

SMK Negeri 1 Wajo sendiri mengirimkan salah satu siswa terbaiknya, Muhammad Revand, untuk bersaing dalam ajang prestisius tersebut.