JENEPONTO – Himpunan Pelajar Mahasiswa Turatea Komisariat Universitas Negeri Makassar (HPMT Kom. UNM) sukses menyelenggarakan program pengabdian masyarakat BINA KARYA TURATEA 2026 yang berlangsung sejak 26 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Dusun Biring Romang, Desa Ujungbulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto. Mengusung tema “Bergerak Bersama untuk Sejuta Manfaat”, kegiatan ini merupakan bentuk implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.
BINA KARYA TURATEA hadir sebagai ruang kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat untuk membangun lingkungan yang lebih produktif, berdaya, dan berkelanjutan melalui kerja kolektif yang dilandasi semangat kepedulian.
Selama delapan hari pelaksanaan, kegiatan ini dirancang sebagai kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program kerja, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran sosial bagi mahasiswa. Seluruh rangkaian kegiatan disusun berdasarkan semangat partisipatif dengan melibatkan masyarakat.
Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak dimaksudkan sebagai pihak yang datang membawa solusi secara sepihak, melainkan sebagai mitra yang bersama-sama membangun gagasan, berbagi pengalaman, dan melaksanakan aksi nyata sesuai dengan kebutuhan serta potensi yang dimiliki oleh masyarakat setempat.
Sebagai bentuk pengabdian yang komprehensif, BINA KARYA TURATEA 2026 bergerak dalam empat bidang utama, yaitu pendidikan, keagamaan, kesenian, dan sosial. Keempat bidang tersebut dipilih sebagai fondasi utama karena memiliki keterkaitan yang erat dalam membangun kualitas kehidupan masyarakat. Melalui pendekatan ini, HPMT Kom. UNM berupaya menghadirkan program yang tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga mampu menumbuhkan semangat kemandirian, kebersamaan, dan keberlanjutan.
Pada bidang pendidikan, panitia melaksanakan berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan semangat belajar anak-anak serta memperkuat nilai-nilai pendidikan sebagai pondasi masa depan. Berbagai aktivitas edukatif, pendampingan belajar, permainan edukasi, hingga pemberian motivasi kepada peserta didik menjadi bagian dari upaya untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus membangun rasa percaya diri generasi muda.

Di bidang keagamaan, dilakukan kegiatan yang berorientasi pada penguatan nilai-nilai spiritual, pembinaan akhlak, serta mempererat hubungan antarwarga melalui aktivitas keagamaan.
Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperkuat karakter masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan yang berlandaskan nilai-nilai religius.
Sementara itu, pada bidang kesenian, diberikan ruang bagi warga, khususnya anak-anak dan pemuda, untuk mengekspresikan kreativitas serta melestarikan budaya lokal. Berbagai aktivitas seni menjadi media dalam memperkuat identitas budaya sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan yang dimiliki masyarakat Turatea. Seni dipandang sebagai bahasa kebersamaan yang mampu mempererat hubungan sosial tanpa mengenal batas usia maupun latar belakang.
Adapun pada bidang sosial, dilaksanakan berbagai kegiatan yang dilandasi gotong royong dan kepedulian terhadap sesama. Kegiatan seperti bakti sosial, kerja bakti lingkungan, penyaluran bantuan, serta aktivitas kemasyarakatan lainnya menjadi wujud hadirnya mahasiswa dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dan masyarakat bekerja berdampingan, menciptakan hubungan erat sekaligus memperkuat budaya saling membantu yang telah menjadi nilai luhur kehidupan masyarakat.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak 26 Juli hingga 2 Agustus 2026 juga diisi dengan berbagai agenda pendukung yang mempererat interaksi antara panitia dan masyarakat. Setiap saat berbincang, berdiskusi, bertukar pengalaman, dan membangun kedekatan emosional antara mahasiswa dan warga.
Suasana hangat yang terjalin selama proses pengabdian menjadi bukti bahwa keberhasilan suatu program tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan yang terlaksana, tetapi juga dari hubungan kemanusiaan yang berhasil dibangun.
Antusiasme masyarakat Dusun Biring Romang, Desa Ujungbulu terlihat sejak hari pertama pelaksanaan hingga penutupan kegiatan. Dukungan dari pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh lapisan masyarakat menjadi faktor penting yang mendorong suksesnya seluruh rangkaian program. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa perubahan akan lebih mudah diwujudkan ketika seluruh elemen masyarakat bergerak bersama dengan tujuan yang sama.
Ketua Komisariat HPMT Kom. UNM, Muhammad Amar Amri Asnur, menyampaikan bahwa BINA KARYA TURATEA merupakan komitmen organisasi dalam menghadirkan pengabdian yang tidak berhenti pada konsep, tetapi diwujudkan melalui tindakan yang memberikan dampak nyata.
“Kegiatan ini menjadi ruang belajar bagi kami untuk memahami makna pengabdian yang sesungguhnya. Selama delapan hari kami tidak hanya menjalankan program, tetapi juga belajar dari kehidupan masyarakat, membangun kedekatan, dan merasakan bahwa kebermanfaatan lahir dari kerja sama yang tulus. Kami percaya bahwa setiap langkah kecil yang dilakukan dengan hati akan meninggalkan jejak yang besar bagi masa depan,” ujar Amar.
Keberhasilan penyelenggaraan BINA KARYA TURATEA 2026 merupakan hasil dari dedikasi seluruh panitia, dukungan para alumni HPMT Kom. UNM, pemerintah Desa Ujungbulu, perangkat dusun, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta seluruh warga Dusun Biring Romang yang telah menerima dan membersamai setiap proses kegiatan. Sinergi yang terbangun menjadi cerminan bahwa pengabdian akan menghasilkan dampak yang lebih besar ketika dilaksanakan melalui kolaborasi dan rasa saling memiliki.
Melalui BINA KARYA TURATEA 2026, HPMT Kom. UNM kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan organisasi yang tidak hanya menjadi ruang pengembangan kapasitas mahasiswa, tetapi juga menjadi wadah lahirnya gerakan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Program ini diharapkan menjadi langkah awal bagi lahirnya berbagai inisiatif pengabdian yang lebih luas, berkelanjutan, dan mampu menjawab tantangan sosial di masa mendatang.
Semangat “Bergerak Bersama untuk Sejuta Manfaat” tidak dimaknai sebagai slogan semata, melainkan sebagai komitmen kolektif untuk terus menumbuhkan kepedulian, memperkuat solidaritas, dan menghadirkan kebermanfaatan di mana pun mahasiswa berada.
Dengan berbagai rangkaian kegiatan tersebut, HPMT Kom. UNM berharap nilai-nilai yang telah ditanamkan selama pelaksanaan BINA KARYA TURATEA akan terus hidup dalam diri setiap panitia dan masyarakat, menjadi inspirasi bagi lahirnya gerakan-gerakan pengabdian yang lebih luas di masa yang akan datang. (*)

Tinggalkan Balasan