BARRU – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin menggelar penyuluhan pencegahan stunting bertajuk NUTRIWHEEL (Nutrition Wheel for Healthy Generation) di seluruh posyandu Desa Binuang, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru. Kegiatan ini menyasar ibu hamil dan ibu balita di tiga dusun, yaitu Dusun Lapao, Dusun Ballewe, dan Dusun Binuang, melalui media permainan roda putar interaktif yang memuat tiga materi utama: seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK), air susu ibu (ASI) eksklusif, dan makanan pendamping air susu ibu (MPASI), jum’at(07/08/2026).
Penanggung jawab kegiatan, Lutfiah Ayu Ningrum, menjelaskan bahwa program ini lahir dari keprihatinan atas fluktuasi angka stunting di Kabupaten Barru. Kabupaten ini sempat mencatat prevalensi stunting terendah se-Sulawesi Selatan pada 2022, namun kembali meningkat menjadi 19,6 persen berdasarkan data e-PPGBM Desember 2024.
“Penurunan angka stunting yang pernah dicapai Kabupaten Barru ternyata rentan kembali naik apabila edukasi gizi di tingkat keluarga dan pemantauan rutin di posyandu tidak dijaga keberlanjutannya. Karena itu kami hadirkan NUTRIWHEEL sebagai media edukasi yang lebih interaktif, agar pesan gizi tidak sekadar didengar, tetapi benar-benar melekat pada ibu hamil dan ibu balita,” ujar Lutfiah.
Berbeda dari penyuluhan konvensional yang bersifat satu arah, NUTRIWHEEL mengadopsi pendekatan gamifikasi. Setiap peserta memutar roda untuk menentukan kategori materi yang dibahas secara acak, lalu diajak berdiskusi dan menjawab pertanyaan seputar materi tersebut.
Kegiatan dilaksanakan bertahap di tiga posyandu, yaitu Posyandu Delima (Dusun Lapao) pada 22 Juli 2026, Posyandu Kartika (Dusun Ballewe) pada 28 Juli 2026, dan Posyandu Kamiri (Dusun Binuang) pada 6 Agustus 2026, dengan melibatkan kader posyandu, penggerak PKK, dan pemerintah desa sebagai mitra keberlanjutan program.
Antusiasme peserta terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Salah satu ibu balita peserta posyandu, yang telah menerima edukasi mengenai ketiga materi NUTRIWHEEL, mampu menjawab dengan tepat saat mendapat giliran materi 1000 HPK.
“Sekarang saya paham, 1000 HPK itu maksudnya periode dari mulai hamil sampai anak berusia dua tahun. Katanya ini masa yang paling menentukan buat tumbuh kembang anak, jadi kalau gizinya kurang di masa ini, nanti susah diperbaiki lagi kalau anak sudah lebih besar. Makanya saya jadi lebih sadar buat jaga makan dari sekarang, biar anak saya tidak sampai kena stunting,” tutur salah satu ibu balita peserta Posyandu Delima.
Melalui pemahaman yang tersampaikan secara jelas, tim mahasiswa KKN berharap ibu hamil dan ibu balita di Desa Binuang dapat menerapkan pola gizi seimbang secara konsisten, sekaligus mendorong kader posyandu melanjutkan pemanfaatan media edukasi ini secara mandiri pada kegiatan posyandu berikutnya.

Tinggalkan Balasan