MAKASSAR — Pemerintah Kota Bontang mulai tancap gas menjajaki investasi pengembangan pelabuhan sebagai simpul strategis logistik.

Langkah ini ditandai dengan kunjungan kerja ke kantor PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 di Makassar, Selasa (28/4/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ajang sinkronisasi antara pemerintah daerah dan operator pelabuhan nasional dalam mempercepat pembangunan infrastruktur maritim, khususnya di Kalimantan Timur yang tengah tumbuh sebagai kawasan industri dan perdagangan.

Sekretaris Daerah Bontang, Akhmad Suharto, menegaskan bahwa pengembangan pelabuhan menjadi prioritas strategis daerah untuk memperkuat konektivitas logistik nasional sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi.

“Pelabuhan adalah urat nadi distribusi. Kami ingin memastikan Bontang punya peran kuat dalam jaringan logistik nasional. Kunjungan ini membuka peluang investasi dan kerja sama strategis dengan Pelindo,” ujarnya.

Gayung bersambut, Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, menyatakan kesiapan pihaknya untuk bersinergi mengembangkan pelabuhan yang modern, efisien, dan berstandar global.

“Pelindo siap mendukung penuh inisiatif ini. Kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi kunci menghadirkan pelabuhan yang kompetitif dan berkelanjutan,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga menggelar diskusi teknis dan pemaparan peluang investasi, mulai dari pengembangan infrastruktur dasar hingga potensi kerja sama jangka panjang.

Fokusnya tidak sekadar pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana pelabuhan dapat berfungsi sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru.

Division Head Komersial Pelindo Regional 4, Adi Novi Wahyudi, menambahkan bahwa pihaknya terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengoptimalkan potensi pelabuhan.

“Sinergi adalah bahan bakar utama. Dengan perencanaan yang matang, pelabuhan bisa menjadi pusat ekonomi yang hidup, bukan sekadar titik bongkar muat,” jelasnya.

Pertemuan ini menjadi langkah awal menuju kerja sama strategis antara Pemkot Bontang dan Pelindo Regional 4.

Jika terealisasi, pengembangan pelabuhan di Bontang diharapkan tidak hanya memperlancar arus logistik, tetapi juga mengangkat posisi daerah sebagai salah satu gerbang ekonomi penting di Indonesia timur.