MAKASSAR — Dunia kripto makin dekat dengan anak kampus. PT Pintu Kemana Saja (PINTU), platform investasi aset crypto yang telah berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menggelar program “Pintu Goes to Campus” untuk pertama kalinya di Universitas Negeri Makassar (UNM).
Lewat acara Finance Talk 2026 bertema “Mengenal Cryptocurrency dari Dasar untuk Investasi yang Aman dan Bijak”, sekitar 100 mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Bisnis Digital (HIMABISDIG) UNM ikut nimbrung dalam diskusi yang bukan cuma informatif, tapi juga relate dengan realita investasi masa kini.
Dosen Bisnis Digital UNM sekaligus pembina HIMABISDIG, Dr. Valentino Aris, menyebut kegiatan ini jadi momen spesial karena biasanya topik kripto hanya dibahas secara online.
“Ini pertama kalinya kita bisa hadirkan diskusi kripto secara offline. Bahkan bisa dibilang levelnya sudah nasional karena menggandeng mitra dari luar Makassar seperti PINTU,” ujarnya.
Menurutnya, forum ini bisa jadi bekal awal bagi mahasiswa untuk memahami cryptocurrency sekaligus referensi sebelum terjun ke dunia investasi digital.
Hal senada disampaikan dosen Bisnis Digital UNM, Fadil Muhammad, yang menilai acara ini penting di tengah banjir informasi di media sosial.
“Isu cryptocurrency itu banyak banget beredar, tapi tidak semuanya valid. Kegiatan seperti ini jadi ruang belajar baru agar mahasiswa bisa memilah informasi dan lebih siap menghadapi tren investasi digital,” jelasnya.
Sementara itu, Ilham Trierasvidi, Blockchain & Crypto Trader Specialist PINTU, mengaku terkesan dengan antusiasme mahasiswa UNM.
Ia melihat diskusi kripto sudah bukan lagi topik asing, melainkan sesuatu yang serius ingin dipahami lebih dalam.
“Mahasiswa di sini punya rasa ingin tahu tinggi. Mereka nggak cuma tertarik soal cuan, tapi juga teknologi di baliknya seperti blockchain dan bagaimana menggunakannya secara bijak,” katanya.
UNM sendiri memang dikenal aktif membangun literasi investasi melalui HIMABISDIG, salah satunya lewat program “Ekosistem 2 Saham & Cryptocurrency”.
Program ini jadi wadah mahasiswa untuk belajar, observasi, hingga menganalisis peluang di pasar modal dan aset kripto secara kolaboratif.
Ke depan, PINTU berkomitmen untuk terus membawa edukasi kripto lebih dekat ke mahasiswa di berbagai daerah.
“Kami berharap mahasiswa bisa memahami dasar-dasar cryptocurrency dan mengambil keputusan investasi yang lebih bijak, kritis, dan bertanggung jawab,” tutup Ilham.
Dengan tren kripto yang terus berkembang, kampus kini bukan cuma tempat cari ilmu teori, tapi juga jadi “laboratorium” buat memahami dunia investasi digital. Siap ikut gelombang atau masih nonton dari pinggir?.

Tinggalkan Balasan