MAKASSAR — Komitmen terhadap keselamatan kerja tak lagi sekadar slogan di lingkungan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4. Selama dua pekan ke depan, perusahaan pelat merah ini “menggembleng” para pegawainya melalui In House Training dan Sertifikasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Umum yang berlangsung sejak 27 April hingga 12 Mei 2026.
Sebanyak 13 peserta dari berbagai wilayah operasional seperti Bitung, Jayapura, Samarinda, Fakfak, Biak, hingga Tolitoli ambil bagian dalam program ini.
Mereka diproyeksikan menjadi garda terdepan dalam memastikan standar keselamatan kerja terpenuhi di setiap lini operasional pelabuhan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan, Jayadi Nas, menekankan bahwa keberadaan Ahli K3 bukan hanya untuk memenuhi regulasi, tetapi juga menjadi investasi strategis perusahaan.
“Keselamatan kerja adalah fondasi keberlanjutan operasional. Perusahaan yang serius membangun budaya K3 akan memiliki daya saing lebih kuat sekaligus mampu melindungi aset terpentingnya, yaitu sumber daya manusia,” ujarnya saat membuka kegiatan, Senin (27/4/2026).
Ia berharap, peserta pelatihan mampu bertransformasi menjadi agen perubahan yang aktif menanamkan budaya keselamatan di unit kerja masing-masing, sekaligus berkontribusi menekan angka kecelakaan kerja.
Senada dengan itu, Division Head Pelayanan SDM dan Umum Pelindo Regional 4, Rinto Saiful, menegaskan bahwa sektor kepelabuhanan memiliki tingkat risiko tinggi sehingga membutuhkan standar keselamatan yang ketat dan berkelanjutan.
“Pelatihan ini bukan sekadar formalitas. Kami ingin memastikan setiap unit memiliki personel yang benar-benar mampu mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengendalikan potensi risiko di lapangan,” jelasnya.
Materi yang diberikan dalam pelatihan ini mencakup spektrum luas, mulai dari kebijakan K3 nasional, keselamatan mekanik dan listrik, penanggulangan kebakaran, kesehatan kerja, hingga implementasi Sistem Manajemen K3 (SMK3).
Tak hanya teori, peserta juga diterjunkan langsung ke lapangan untuk mengasah kemampuan identifikasi potensi bahaya secara nyata.
Melalui program ini, Pelindo Regional 4 menargetkan terciptanya lingkungan kerja yang semakin aman, sehat, dan produktif.
Lebih dari itu, pelatihan ini diharapkan menjadi langkah konkret menuju target ambisius: zero accident di seluruh wilayah operasional.
Di balik hiruk-pikuk aktivitas pelabuhan, para Ahli K3 inilah yang nantinya menjadi “penjaga sunyi” — memastikan setiap proses berjalan aman, setiap risiko terukur, dan setiap pekerja pulang dengan selamat.

Tinggalkan Balasan