MATASULSEL.ID, MAKASSAR – PT PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi menggelar program PLN Goes To School di SMAN 21 Makassar sebagai bagian dari inisiatif Katimbang Siaga Bencana.
Kegiatan ini difokuskan pada edukasi keselamatan ketenagalistrikan dalam kondisi darurat, khususnya saat banjir dan bencana alam lainnya.
Program tersebut merupakan bagian dari intervensi Katimbang Siaga Bencana melalui kegiatan Go to School: Edukasi Anak Sekolah, yang bertujuan membangun kesadaran serta budaya keselamatan sejak usia dini.
Dalam pelaksanaannya, PLN UIP Sulawesi berkolaborasi dengan tim Katimbang Siaga Bencana (KSB) Kelurahan Katimbang guna memperluas literasi kebencanaan sekaligus pemahaman tentang bahaya listrik di lingkungan pendidikan.
Dalam sesi yang berlangsung interaktif, para siswa mendapatkan materi mengenai potensi bahaya listrik saat terjadi banjir, langkah aman mematikan aliran listrik ketika rumah atau lingkungan tergenang, larangan menyentuh peralatan listrik dalam kondisi basah, pentingnya instalasi listrik sesuai standar, serta prosedur pelaporan jika ditemukan potensi bahaya kelistrikan.
Materi disampaikan melalui diskusi terbuka dan simulasi sederhana agar mudah dipahami serta relevan dengan situasi yang kerap dihadapi masyarakat. Antusiasme siswa terlihat dari partisipasi aktif dalam sesi tanya jawab.
Ketua KSB Kelurahan Katimbang, Ruslan, menilai edukasi tersebut penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dari sisi keselamatan listrik.
“Wilayah Katimbang memiliki potensi risiko banjir. Pemahaman tentang bahaya listrik saat bencana sangat dibutuhkan agar masyarakat, terutama generasi muda, mampu bertindak cepat dan tepat,” ujarnya.
Kepala SMAN 21 Makassar, Drs. A.R. Subandi, M.Si., mengapresiasi langkah PLN menghadirkan edukasi yang aplikatif bagi pelajar.
“Keselamatan kelistrikan bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga kesadaran individu. Program ini memberikan pengetahuan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
General Manager PLN UIP Sulawesi, Wisnu Kuntjoro Adi, menegaskan bahwa edukasi keselamatan merupakan bagian dari komitmen PLN dalam membangun ketangguhan masyarakat terhadap bencana.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur kelistrikan harus berjalan seiring dengan peningkatan literasi keselamatan.
“Melalui Katimbang Siaga Bencana, PLN tidak hanya menghadirkan listrik yang andal, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar dapat memanfaatkan listrik secara aman, terutama dalam kondisi darurat,” jelas Wisnu.
PLN berharap kegiatan edukasi yang berkelanjutan ini mampu mendorong siswa menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga dan masyarakat, sehingga tercipta budaya keselamatan kelistrikan yang kuat, adaptif, dan berkesinambungan di wilayah Sulawesi Selatan.


Tinggalkan Balasan