MATASULSEL.ID, JAKARTA – Momentum Ramadan dan Idulfitri yang identik dengan lonjakan komunikasi dan mobilitas nasional dimanfaatkan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) untuk memperkuat daya saing layanan sekaligus menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan.

Melalui kampanye #LebihBaikIndosat, perseroan menegaskan strategi berbasis kualitas jaringan, inovasi kecerdasan buatan (AI), perlindungan digital, dan kepedulian sosial terukur.

Mengusung semangat You Only Need One (YONO), Indosat menempatkan keandalan koneksi sebagai fondasi utama di tengah peningkatan trafik data yang secara historis melonjak signifikan selama Ramadan hingga puncak arus mudik dan balik Lebaran.

Strategi ini dirancang untuk memastikan stabilitas layanan sekaligus memperkuat loyalitas pelanggan di periode dengan kontribusi trafik tertinggi sepanjang tahun.

Secara operasional, Indosat mengoptimalkan jaringan di lebih dari 75 jalur mudik utama dan lebih dari 790 titik keramaian nasional (Point of Interest/POI) seperti bandara, pelabuhan, terminal, stasiun, kawasan wisata, hingga pusat perbelanjaan.

Pemantauan dilakukan 24 jam penuh dengan penguatan kapasitas dan kualitas layanan data guna mengantisipasi lonjakan penggunaan video call, media sosial, streaming, dan transaksi digital.

Uji ketahanan jaringan juga dilakukan melalui ekspedisi langsung di rute Jakarta–Yogyakarta untuk mensimulasikan kebutuhan data berintensitas tinggi dalam kondisi mobilitas panjang.

Di sisi inovasi, Indosat menghadirkan Sahabat AI, aplikasi berbasis teknologi kecerdasan buatan kelas dunia dengan dukungan NVIDIA yang dirancang memahami bahasa serta konteks lokal Indonesia.

Solusi ini memungkinkan pengguna memperoleh informasi, menyusun ide, hingga menyelesaikan kebutuhan harian secara lebih efisien.

Kehadiran Sahabat AI memperluas portofolio layanan digital Indosat dan mempertegas transformasi perusahaan menuju model AI-Native TechCo, membuka peluang monetisasi baru di luar layanan konektivitas tradisional.

Penguatan keamanan digital menjadi pilar penting lainnya. Fitur Anti-Spam & Anti-Scam berbasis AI yang telah berjalan sejak Agustus 2025 tercatat memblokir lebih dari 2 miliar indikasi panggilan, pesan, dan tautan berbahaya.

Sistem ini diperkirakan membantu mencegah potensi kerugian finansial hingga US$500 juta, dengan tingkat kepuasan perlindungan pelanggan melampaui 95 persen.

Langkah ini relevan mengingat potensi peningkatan modus penipuan digital selama periode transaksi dan aktivitas daring yang meningkat saat Ramadan.

Tak hanya berfokus pada aspek komersial, Indosat juga memperluas dampak sosial melalui program CSR “Indosat Berkah Ramadan – Surau Kita Berdaya” di 19 titik di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Aceh pascabencana.

Program ini merevitalisasi fasilitas ibadah sekaligus menguatkan peran surau sebagai pusat kegiatan komunitas dan pemberdayaan masyarakat, sehingga manfaat ekonomi dan sosialnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

President Director dan Chief Executive Officer Indosat, Vikram Sinha, menyatakan bahwa #LebihBaikIndosat merupakan komitmen perusahaan untuk terus berevolusi menghadirkan layanan yang lebih relevan dan bermakna.

Menurutnya, di momen istimewa seperti Ramadan, pelanggan membutuhkan satu koneksi yang benar-benar dapat diandalkan agar tetap terhubung dengan keluarga dan menjalankan aktivitas digital secara aman dan nyaman.

Melalui penguatan infrastruktur, ekspansi layanan berbasis AI, perlindungan digital proaktif, serta program sosial terintegrasi, Indosat menegaskan posisinya sebagai mitra konektivitas strategis yang tidak hanya mendorong pertumbuhan trafik, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi dan sosial nasional sepanjang Ramadan hingga Idulfitri 2026.