MATASULSEL.ID, MAKASSAR – Ancaman banjir yang kerap menghantui warga Kelurahan Katimbang setiap musim hujan kini dijawab dengan langkah nyata.

Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi meluncurkan inisiatif Desa Siaga Bencana bertajuk “Katimbang Siaga Bencana” di Aula Kantor Lurah Katimbang, Rabu (11/2).

Program ini menjadi simbol penguatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana, khususnya banjir yang selama ini merendam permukiman warga.

Kegiatan dihadiri jajaran manajemen dan Srikandi PLN UIP Sulawesi, Sekretaris Camat Biringkanaya, perwakilan Dinas Sosial Kota Makassar, Lurah Katimbang, perwakilan BPBD Kota Makassar, Ketua Lembaga Katimbang Siaga Bencana, serta tokoh masyarakat dan relawan.

Melalui program tersebut, PLN menghadirkan dukungan komprehensif, mulai dari penyusunan SOP tanggap darurat, pengadaan peralatan evakuasi berupa satu unit perahu karet, satu unit perahu fiber beserta mesin, 10 pelampung, kotak P3K lengkap, hingga pembangunan sarana MCK dan penyediaan air bersih.

Tak hanya itu, PLN juga menggelar edukasi keselamatan ketenagalistrikan saat bencana serta workshop mitigasi banjir berbasis lingkungan untuk meningkatkan kapasitas relawan dan warga.

General Manager PLN UIP Sulawesi, Wisnu Kuntjoro Adi, menegaskan bahwa program ini dirancang berkelanjutan dan berbasis pemberdayaan.

“Kami berharap inisiatif ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi tumbuh menjadi gerakan bersama. Katimbang harus semakin siap, tangguh, dan aman menghadapi bencana. Bantuan ini adalah investasi sosial yang perlu dijaga dan dimanfaatkan bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Katimbang, Muh. Syarif, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kepedulian PLN terhadap kondisi warganya.

Ia menilai program ini bukan sekadar penyaluran bantuan, melainkan wujud kolaborasi nyata yang memperkuat ketahanan masyarakat di tingkat kelurahan.

Kolaborasi lintas sektor ini menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana merupakan tanggung jawab bersama.

Bagi PLN, menghadirkan terang tak hanya soal memastikan listrik tetap menyala, tetapi juga menjaga harapan masyarakat agar tetap hidup dan kuat di tengah tantangan alam.

Dengan “Katimbang Siaga Bencana”, upaya mitigasi kini bergerak lebih sistematis—dari respons darurat menuju ketahanan berbasis komunitas.