MATASULSEL.ID, JAKARTA – PT Suracojaya Abadimotor (PT SJAM) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia vokasi dengan memberangkatkan 15 SMK terbaik dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) dalam program kunjungan industri ke pabrik PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Kegiatan yang berlangsung pada 9–12 Februari 2025 ini memberi kesempatan kepada siswa dan guru melihat langsung proses produksi sepeda motor Yamaha di fasilitas terpadu YIMM Karawang.

Sebanyak 15 sekolah yang mengikuti kunjungan ini merupakan SMK binaan Yamaha sekaligus pemenang ajang SMK Kontes Road to Yamaha Factory yang digelar PT SJAM.

Sebelumnya, 31 SMK berhasil lolos ke tahap final setelah diseleksi dari total 138 sekolah binaan Yamaha di wilayah Sulselbar.

Program ini menjadi agenda rutin PT SJAM dalam memperkuat sinergi dengan sekolah vokasi, khususnya dalam menyiapkan lulusan yang siap terjun ke dunia industri, baik sebagai teknisi maupun tenaga pemasaran sepeda motor.

Trainer Yamaha Institute, Swardi, menegaskan bahwa inisiatif ini lahir dari komitmen kuat PT SJAM terhadap pendidikan vokasi.

“Program ini adalah inisiasi dari PT SJAM. Bisa dibilang, dari seluruh jaringan Yamaha, hanya PT SJAM yang aktif menjalin kerja sama intensif dengan SMK,” ujar Swardi.

Ia menambahkan, pabrik yang dikunjungi memproduksi berbagai tipe motor matik dan sport Yamaha. Selain kunjungan industri, peserta juga diajak mengunjungi sejumlah destinasi edukatif dan wisata seperti Monas, museum, hingga Pantai Indah Kapuk. Seluruh peserta juga mendapatkan uang saku selama kegiatan berlangsung.

Belajar dari Hulu ke Hilir

Para siswa dari jurusan teknik dan pemasaran mendapat pengalaman komprehensif, mulai dari proses produksi hingga distribusi.

Di area press dan welding, peserta menyaksikan lembaran logam dibentuk dan dilas menjadi rangka utama sepeda motor.

Selanjutnya, rangka memasuki tahap pengecatan dengan pelapisan antikarat dan oven pengering untuk memastikan kualitas dan daya tahan.

Perakitan mesin dilakukan di gedung engine assembly, di mana komponen seperti blok silinder, crankshaft, hingga sistem transmisi dirakit dengan presisi tinggi sebelum diuji performanya.

Tahap akhir berlangsung di lini main assembly, tempat mesin dipasang ke rangka, disusul pemasangan sistem kelistrikan, suspensi, roda, dan bodi.

Unit yang telah utuh kemudian melewati proses quality control dan final inspection, termasuk uji fungsi mesin dan uji jalan sebelum didistribusikan.

Menariknya, para peserta juga melihat langsung keterlibatan tenaga kerja perempuan dalam proses produksi, serta dominasi pekerja usia muda yang menunjukkan dinamika industri manufaktur modern.

Area Marketing Development YIMM Sulselbar, Hardian Mahendra, berharap pengalaman ini memberi gambaran nyata dunia kerja kepada siswa.

“Siswa bersama gurunya belajar langsung di pabrik Yamaha. Mereka melihat bagaimana motor dirakit hingga dipasarkan. Ini pembelajaran nyata yang tidak bisa didapat hanya di ruang kelas,” ujarnya.

Pengalaman Berkesan

Budi Ade Irawan dari SMKN 2 Majene mengaku terkesan dengan kecepatan dan ketelitian proses produksi.

“Melihat langsung pabriknya membuat saya semakin cinta dengan Yamaha. Kagum karena proses pembuatannya sangat cepat dan terstruktur,” katanya.

Hal senada disampaikan Nurfadilah dari SMKN 4 Makassar.

“Terima kasih kepada PT SJAM atas program ini. Sebagai siswa pemasaran, saya senang bisa melihat langsung proses produksi hingga distribusi motor Yamaha,” ujarnya.

Melalui program ini, PT SJAM tidak hanya menghadirkan pengalaman industri, tetapi juga mempertegas perannya sebagai jembatan antara dunia pendidikan vokasi dan kebutuhan nyata industri otomotif nasional.