MATASULSEL.ID, MAKASSAR – Momentum libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 menjadi periode sibuk bagi pelabuhan-pelabuhan di kawasan Indonesia Timur.

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 4 berhasil mengelola lonjakan mobilitas tersebut dengan kinerja operasional yang solid, ditandai peningkatan arus kapal dan penumpang selama masa Angkutan Nataru.

Selama periode H-15 hingga H+13 atau 10 Desember 2025 hingga 7 Januari 2026, aktivitas kepelabuhanan di seluruh wilayah kerja Pelindo Regional 4 berjalan aman, lancar, dan terkendali. Pelayanan terhadap kapal maupun penumpang tetap terjaga di tengah tingginya mobilitas masyarakat.

Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, menyampaikan bahwa capaian positif ini merupakan hasil dari kesiapan menyeluruh yang dilakukan sejak awal, termasuk pembentukan posko Nataru, penguatan koordinasi lintas instansi, serta kesiapsiagaan personel operasional di seluruh cabang pelabuhan.

“Periode Nataru selalu menjadi tantangan tersendiri karena meningkatnya pergerakan kapal dan penumpang. Alhamdulillah, selama H-15 hingga H+13, kami mampu menjaga kelancaran layanan dengan tetap mengedepankan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan,” ujar Abdul Azis.

Data Pelindo Regional 4 mencatat sebanyak 1.232 kunjungan kapal (call) selama periode Nataru 2025–2026.

Angka ini tumbuh sekitar 6,30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 1.159 call.

Kontribusi arus kapal terbesar berasal dari sejumlah pelabuhan utama seperti Ternate, Manado, Ambon, Kendari, Makassar, dan Bitung.

Tingginya aktivitas di pelabuhan-pelabuhan tersebut mencerminkan peran penting wilayah hinterland kepulauan yang terus mendorong pertumbuhan arus penumpang dan logistik setiap tahunnya.

Kinerja positif tersebut turut didukung oleh implementasi tagline layanan Pelindo, “Melayani Sepenuh Hati”, melalui peningkatan fasilitas dan perbaikan infrastruktur terminal penumpang secara masif di seluruh pelabuhan.

Upaya ini berkontribusi langsung terhadap kelancaran dan keamanan kegiatan Nataru.

Division Head Operasi Pelindo Regional 4, Yusida M. Palesang, menjelaskan bahwa peningkatan arus kapal telah diantisipasi melalui pengaturan pola pelayanan dan kesiapan fasilitas sandar.

“Kami melakukan penyesuaian jadwal sandar, memastikan kesiapan dermaga, serta menyiagakan layanan operasional 24 jam. Koordinasi dengan KSOP, operator kapal, dan stakeholder terkait menjadi kunci agar tidak terjadi penumpukan,” jelasnya.

Secara harian, puncak arus kapal terjadi pada periode H-13 hingga H-6, serta kembali meningkat pada arus balik pasca Natal dan Tahun Baru. Meski demikian, seluruh aktivitas tetap berada dalam batas kendali operasional.

Tak hanya arus kapal, pergerakan penumpang juga mengalami peningkatan signifikan. Selama periode H-15 hingga H+13, total arus penumpang mencapai 791.678 orang, terdiri dari 417.087 penumpang naik dan 374.591 penumpang turun. Jumlah ini meningkat sekitar 5,45 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.

Pelabuhan dengan volume penumpang tertinggi antara lain Ambon, Makassar, Parepare, Ternate, Balikpapan, dan Manado, yang menjadi simpul utama mobilitas masyarakat selama libur panjang.

Abdul Azis menegaskan bahwa lonjakan penumpang dapat terlayani dengan baik berkat kesiapan terminal dan penguatan layanan di garda terdepan.

“Kami memastikan terminal penumpang dalam kondisi optimal, mulai dari kebersihan, kenyamanan ruang tunggu, hingga pengaturan alur penumpang. Seluruh personel siaga penuh untuk memberikan pelayanan terbaik,” katanya.

Untuk mendukung kelancaran Nataru, Pelindo Regional 4 bersama instansi terkait mengoperasikan Posko Pemantauan dan Pengendalian Angkutan Laut Nataru 2025–2026 yang terintegrasi dengan sistem pelaporan terpusat.

Posko ini berfungsi sebagai pusat monitoring arus kapal dan penumpang secara real time sekaligus sarana koordinasi cepat apabila terjadi potensi gangguan operasional.

Yusida menambahkan bahwa sinergi dengan TNI/Polri, KSOP, Basarnas, operator kapal, serta instansi terkait lainnya berjalan efektif selama periode Nataru.

“Koordinasi lintas instansi sangat solid, baik dalam aspek keselamatan pelayaran, pengamanan pelabuhan, maupun penanganan kondisi darurat. Hal ini menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pengguna jasa,” ujarnya.

Pelindo Regional 4 menegaskan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi dan peningkatan layanan kepelabuhanan.

Seluruh dinamika selama periode Nataru akan menjadi bahan perbaikan berkelanjutan dalam menghadapi periode puncak berikutnya.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh insan Pelindo dan stakeholder. Ke depan, kami akan terus memperkuat sistem pelayanan agar pelabuhan di Regional 4 semakin andal sebagai gerbang maritim Indonesia Timur,” tutup Abdul Azis.