Bupati Gowa Hadir di Launching Single Musik Makassar ‘Teai Jodota’ dan ‘Tepo’ Jarung’
GOWA — Komitmen Pemerintah Kabupaten Gowa dalam mendukung pelestarian seni dan budaya lokal kembali ditunjukkan melalui kehadiran langsung Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, pada launching dua single musik berbahasa Makassar bertajuk “Teai Jodota” karya Daeng Talli dan “Tepo’ Jarung” karya Wahyu Jangji, yang digelar di Perumahan Gowa Lestari, Sabtu (3/1) malam.

Dalam sambutannya, Bupati Husniah Talenrang menyampaikan apresiasi tinggi kepada para pelaku seni Sulawesi Selatan, khususnya seniman asal Kabupaten Gowa, yang terus konsisten melahirkan karya-karya kreatif berbasis budaya lokal.
Bupati Gowa Apresiasi Pelaku Seni dan Budaya Lokal
Menurutnya, musik daerah memiliki peran penting tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media edukasi dan refleksi nilai kehidupan.
“Seni bukan sekadar hiburan. Di dalamnya terdapat pesan-pesan penting, seperti nasihat, doa, pujian, ungkapan cinta, hingga refleksi kehidupan sosial dan keagamaan yang sangat bermakna bagi masyarakat,” ujar Bupati (3/1/2026).
Ia berharap peluncuran dua single ini tidak berhenti sebagai seremoni semata, melainkan menjadi momentum strategis dalam upaya menjaga eksistensi seni budaya lokal agar tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi.
“Semoga nilai kearifan lokal, pesan moral, serta semangat kebudayaan yang terkandung dalam lagu-lagu ini semakin dikenal, dicintai, dan diwariskan kepada generasi muda di Kabupaten Gowa,” harapnya.
Manfaat Infrastruktur Gowa Lestari
Pada kesempatan yang sama, Bupati Gowa juga menyampaikan kabar baik terkait infrastruktur di kawasan Perumahan Gowa Lestari. Ia menegaskan bahwa akses jalan di wilayah tersebut kini telah resmi diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Gowa, sehingga dapat dikelola dan ditingkatkan untuk kepentingan masyarakat luas.
“Jalan ini sudah digunakan dan telah diserahkan ke pemerintah daerah. Artinya, pemerintah kini bisa melakukan pengerjaan dan masyarakat sudah bisa menikmati manfaatnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembangunan jalan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam merealisasikan janji politik serta memperkuat konektivitas wilayah. Manfaat pembangunan ini, kata dia, tidak hanya dirasakan oleh warga Gowa Lestari, tetapi juga oleh seluruh masyarakat Kabupaten Gowa.
“Ada beberapa titik yang menjadi bagian dari komitmen kami. Namun yang paling penting adalah membangun kebersamaan dan kekompakan, karena hasil pembangunan ini dinikmati oleh seluruh masyarakat Gowa,” tegasnya.
Peran Aktif Masyarakat dalam Pemeliharaan Infrastruktur
Bupati Husniah juga mengingatkan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun, agar usia manfaatnya dapat bertahan lama. Salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah menjaga kebersihan lingkungan, khususnya drainase.
“Pemeliharaan sangat penting. Salah satu caranya adalah gotong royong membersihkan drainase agar air tidak menggenangi jalan dan merusak badan jalan,” tambahnya.
Respon Masyarakat dan Tokoh Setempat
Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, Ansar, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terealisasinya pembangunan jalan di kawasan Gowa Lestari yang kini dapat dinikmati oleh masyarakat.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Sebelumnya jalan ini belum diserahkan, dan sekarang manfaatnya sudah bisa kami rasakan,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Gowa serta seluruh pihak yang telah menjembatani aspirasi masyarakat hingga pembangunan infrastruktur tersebut dapat terwujud dengan baik.
Pejabat yang Hadir
Acara ini turut dihadiri Kasatpol PP Kabupaten Gowa Umar Madjid, Anggota DPRD Gowa Andi Lukman Naba, Camat Somba Opu, serta jajaran Kelurahan Batangkaluku.
Selengkapnya berita terkait pelestarian seni dan budaya lokal di Sulawesi Selatan bisa dibaca di Pelestarian Seni Budaya Sulsel.


1 Komentar